Tuesday, June 09, 2009

Undang Allah saja

(Seri Kuliah Online WISATAHATI)

Banyak yang mencari pertolongan manusia. Padahal, jika semua pertolongan adalah Pertolongan Allah, mengapa kita masih mencari pertolongan manusia? (baca: Qs. az Zumar [39]: 44). Mencari pertolongan manusia insya Allah akan jadi ibadah jika kita penuhi “mencari Allah dulu”. Sebaliknya, jika dikit-dikit lari ke manusia, dikit-dikit lari ke manusia, Allah dipinggirkan, dicari setelah mentok, maka pembelajaran tauhid selama ini, perlu dipertanyakan lagi. Jangan-jangan kita benar-benar tidak mengenal Allah. Hati-hati juga,jangan sampai kita terjebak syirik ibadah, yakni ketika kita punya Tuhan lain selain Allah dalam urusan hajat dan masalah kita sebagai manusia. (baca: Qs. al Kahfi [18]: 110). Seyogyanya kita bener-bener mencari Allah untuk langkah di paling pertama kalinya, di ikhtiar tengahnya juga melibatkan Allah, dan di akhir ikhtiarnya pun memasrahkan kepada Allah. Sehingga tidak ada satu detikpun yang kita lepas dari Allah. Hidup benar-benar bersama Allah. (baca: Qs. Aali ‘Imraan [3]: 190-194).

Saudara-saudaraku sekalian, ketika kita mau buka usaha, lalu butuh modal, apa yang saudara pikirkan?
Maksud saya, setelah saudara belajar DhuhaaCoffee, belajar tentang “Undang Allah Saja”, di materi mencari pekerjaan dan taman (di materi kemaren-kemaren, mulai dari materi I s/d materi ke-IX), lalu bagaimana saudara menerapkan ketika saudara membutuhkan modal?
Jika kita butuh modal, lalu masih langsung nginjek gas mencari manusia, itu namanya ga belajar! He he he, maaf ya. Iya lah. Saya sebut ga belajar. Belum ke Allah, sudah langsung tancap gas cari pinjaman ke bank, pake kartu kredit, pake ngutang. Jangan dulu. Ke Allah saja dulu. Kalau memang akhirnya perlu ngutang, biarlah Allah tahu bahwa sudah sekian jalan kita tempuh untuk menuju Pertolongan-Nya. Dan akhirnya Allah pun nolongin kita di hutang kita itu. kalau tidak, maka jangan salahkan Allah jika kelak DIA tidak mau terlibat mbayarin hutang kita.
Kegagalan manusia dalam berikhtiar lebih dikarenakan ia tidak mengenal Allah. Dan saya mah tidak menyebut satu keberhasilan, bila dia menggenggam keberhasilan sedangkan ia tidak mengenal Allah. Bukan. Itu bukan keberhasilan. Itu disebutnya Istidraj. Coba cari-cari penjelasan tentang Istidraj di buku Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Mati-mati dibuat seri ini adalah agar ada aplikasi di dalam setiap hajat dan masalah kita, dengan bergerak menuju Allah dan mencari Allah, seraya mendekatkan diri pada-Nya. semoga Allah berkenan memberikan Taufiq dan Hidayah-Nya untuk kita. Amin.
***
Kisah berikut ini adalah kisah seseorang yang mencari modal untuk usahanya. Perjalanan yang menarik yang mudah-mudahan bisa dijadikan ibrah buat kita semua. Mohon doanya untuk saya dan keluarga. Makasih atas perhatiannya selama ini.
Diceritakan, pada satu hari, sebut saja Halim, mengontak sahabatnya. Halim memiliki tanah keluarga, sekitar 30 hektare di salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Ternyata tanah keluarganya ini mengandung emas. Halim kemudian berikhtiar mencari pemodal dan mitra untuk menggali tambangnya ini. Sampailah perjalanan Halim ke sahabatnya.
Sahabatnya Halim ini sudah menjadi Korsek (Corporate Secretary) dari satu grup bisnis terkenal. Besar harapan Halim ketika ia mengontak sahabatnya ini, sahabatnya ini bisa membantunya mencarikan modal dari satu bisnis yang ia kembangkan.
“… Coba saja Lim, antum presentasikan bisnis antum. Nanti kita coba cari waktu untuk mendiskusikannya. Insya Allah saya carikan model bisnisnya…”.
Disepakatilah satu tanggal.
Tahukah saudara, berapa lama jarak dari Halim mengontak sahabatnya itu ke tanggal yang diberikan untuk ketemuan pertama? 1 minggu!
Dan 1 minggu ke depan ketemuanlah Halim dengan sahabatnya ini.
Di pertemuan pertama, Halim membeberkan rencana bisnis dia kepada sahabatnya ini. Berbunga hati Halim sebab sahabatnya ini perhatian yang sangat kepada dia, dan menunjukkan satu sikap yang kira-kira mah bakal setuju.
Halim lupa. Posisi sahabatnya ini adalah korsek. Belum tentu Halim datang ke orang yang tepat.
“Insya Allah Lim. Bisnis antum bagus. Saya sedang tidak pura-pura. Ok, saya aturkan antum ketemuan dengan Direktur Pengembangan Bisnis di grup kami ya…”.
Lah, meeting lagi!
He he he, percayalah saudara, siklus kayak begini, saya pengalaman banget. Dari 1 meeting ke meeting lagi. Sampe akhirnya saya sendiri kecapean. Mendingan kita berangkat dari satu tahajjud ke witir, witir ke shubuh, shubuh ke dhuha, dhuha ke tahiyyatul masjid. Koq tahiyyatul masjid? Bukannya habis dhuha ketemu zuhur? Ya, sebelum zuhur kan ada qabliyah zuhur dulu. Dan bila kita hanya qabliyah zuhur, berarti datangnya ke masjid, pas-pasan azan. Ga sempat tahiyyatul masjid dulu (shalat sunnah ketika masuk masjid).
Maksudnya Ustadz gimana? Maksud saya, meeting juga sama Allah. Bukan “meeting saja” ya. Ini perlu saya garis bawahi. Kalo “meeting saja”, namanya shalat doangan. Ikhtiarnya tidak. Tapi kalo ikhtiar saja, shalatnya tidak. Makanya bahasa saya, meeting juga lah sama Allah. Temui Allah.
Jika Halim di atas sangat berkenan bertemu dengan sahabatnya itu, padahal Halim tahu sahabatnya ini bukan pengambil keputusan, tentunya Halim harus lebih pengen ketemu Allah. Bos sahabatnya Halim, susah ditemui. Dan belom tentu setelah ketemu, langsung deal. Sedangkan Allah, siapa yang mau ketemu dengan-Nya, langsung ketemu dengan-Nya. Mudah. Dan bila datang dengan penuh keyakinan, maka insya Allah doa akan terjawab. Sebuah doa perlu perjalanan, layaknya Halim datang kepada manusia-manusia. Namun, perjalanan doa itu sungguh mengasyikkan.
Halim, dari satu meeting ke meeting lain, yang memakan waktu seminggu dua minggu jarak meeting per meeting, ga dapat apa-apa. Kecuali tawaran teh manis ketika bertamu fisik. Sedangkan kalau kita ketemu Allah, kita akan diberi-Nya perasaan nyaman, tenang, harapan yang ga palsu yang pasti datangnya. Dan jika doa kita tidak dikabulkan-Nya, kita masih diberi-Nya alternatif pemberian lain; rizki yang tetap diberikan, badan yang disehatkan, umur yang dipanjangkan, bala yang dihilangkan, dan juga ternyata tetap juga diberikan itu doa kita dan permohonan kita dengan syarat kita istiqamah terus bersama Allah. Betul loh, kadang saya sendiri merasa Allah udah ngabulin permintaan saya. Sebab ga ada tanda-tanda Allah bakal ngabulin. Sementara itu, saya merasa tetap ga ditinggal. Yang ga diminta, diberi-Nya. Tapi kemudian, seiring dengan perjalanan waktu dan keistiqamah, eh yang saya minta diberi-Nya juga. Masya Allah. Luar biasa Allah ini.
***
Kembali kepada Halim?
Sampe mana tuh tadi perjalanan ikhtiar Halim?
Sampe dipertemukan dengan direktur pengembangan bisnis.
Karena yang meminta adalah sahabatnya Halim, dan sahabatnya Halim adalah sekretaris perusahaan, maka si direktur pengembangan bisnis ini yang langsung ketemuan dengan Halim.
Halim menyangka, selesai nih perjalanan presentasinya.
Ternyata salah!
He he he, ternyata direktur ini di ujung percakapan bicara: “Bagus Pak. Saya senang sekali. Mudah-mudahan bisa bekerjasama dengan perusahaan kami. Kapan Bapak bisa ada waktu ketemu dengan tim saya?”
Waaaahh, meeting lagi aja nih agendanya.
Andai Halim ga ada pekerjaan, mestilah hutangnya banyak. Gimana ga banyak, untuk perjalanan meeting, Halim perlu ongkos, perlu transport, perlu cetak ini cetak itu, perlu penampilan, perlu persiapan-persiapan. Belum lagi kebutuhan hariannya yang ga bisa ditunda menunggu bisnis gol; makan minum anak istrinya, ongkos sekolah, ongkos ke pasar, bayar listrik, bayar kartu kredit, bayar hutang sama mertua, he he he, dan bayar-bayar yang lainnya. Ga kekejar. Jangan-jangan ada satu masa di mana ada janjian meeting yang ga bisa dipenuhi, sebab Halim ga ada ongkos, ha ha ha.
Yah, ini juga terjadi sama saya koq. Makanya hafal, he he he.
Ah, akhirnya saya paham. Beneran, mendingan meeting sama Allah. Diperapat saja jadual meetingnya sama Allah.
Lihat ilustrasi di atas. Halim mengontak sahabatnya. Ketemuan 1 minggu kemudian. Dari meeting ini ke meeting berikutnya, ketemuan dengan direktur pengembangan bisnis, 1 minggu lagi. Ketemu dengan tim, satu minggu lagi. Perlu berapa lagi perjalanan ikhtiar…?
Kalau kita mendekati Allah, dan mengundang Allah masuk dalam ikhtiar kita, wah, sudah banyak tuh poin yang kita kumpulin. Andai sama-sama sebulan antara perjalanan meeting Halim dengan manusia dan perjalanan meeting Halim dengan Allah, itu sudah mencapai juga riyadhah sebulan.
Paham kan?
Atau malah ga paham?
He he he, paham ya? Masa ga paham.
Meeting pertama sama Allah, katakanlah di tahajjud malam pertama.
Halim sampaikan kepada Allah, ya Allah… Di tanah keluarga saya yang berhektar-hektar ini, ternyata ada kandungan emasnya. Rabb… Tunjukkan siapa manusia dari hamba-hamba-Mu yang saleh, yang bisa memodali hamba untuk melakukan penelitian dan penambangan… Rabb, jangan biarkan hamba-Mu ini kelelahan lantaran mencari pertolongan manusia. Dan jangan pula ada pertolongan dari hamba-Mu yang malah membuat saya lalai dari mengingat-Mu…
Sampa sini, contoh doa saya potong. Ada yang menarik… “… Dan jangan pula ada pertolongan dari hamba-Mu yang malah membuat saya lalai dari mengingat-Mu…”. Ini penting. Sebab banyak manusia yang belom apa-apa udah gagal dari mengingat Allah. Lalai dari mengingat Allah.
Lihat ilustrasi berikut ini:
Sebut saja Halim adalah hamba Allah yang taat sama Allah. Dia betul-betul taat beribadah. Ia isi hari-harinya dengan ibadah. Ia dhuha, ia nyatakan senang sekali dapat khabar tanahnya berisi emas. Ia tahajjud, ia sampaikan pula doa. Dan seterusnya. Hingga ia kemudian Allah tuntun ketemu sama sahabatnya yang korsek tersebut.
Ndilalah, setelah ketemu korsek, ia malah jadi ga disiplin ke Allah. Ini yang saya sebut malah jadi lalai.
Misal, “Lim, kita janjian jam 08.30 ya. Agak pagi. Sebab saya banyak ngawal direksi hari itu…”. Begitulah misalnya sahabat Halim memberitahu Halim.
Halim datang. Jam 08.15. Sedang dia jalan jam 06 dari rumahnya. Halim yang biasanya shalat dhuha, tidak shalat dhuha.
Sampe sini saja, sudah saya anggap lalai tuh. Emangnya siapa sahabatnya Halim ini? Kan masih manusia juga? Keputusan apa yang bisa ia ambil? Wong ketemuan aja baru pertama kali ini? Presentasi saja belom? Koq Halim udah “tega” membatalkan “meeting” dengan Allah? Meeting dhuha?
Demikian. Mudah-mudahan semakin paham.
Katakanlah, sahabatnya ini tepat waktu menerima Halim. Jam 08.30. ternyata pembicaraan tidak ada naga-naga berhenti. Asyik saja bicara. Rupanya omongan sahabatnya Halim bahwa dia banyak jadwal nganter direksi, bohong belaka. Kalimat itu disampaikan sebagai senjata mengusir halus Halim bila ternyata pembicaraan tidak menarik buat dirinya.
Eh ustadz, su-udzdzan tuh…!!! Begitu kali salah seorang pembaca DhuhaaCoffee berseru. Perlu saudara ketahui, manusia itu banyak yang berdiri di atas kepentingannya. Sedangkan Allah, berdiri di atas kepentingan manusia. Buat Allah, ga ada yang dilakukan manusia untuk kepentingannya. Tidak ada satupun perbuatan manusia yang memiliki kontribusi atas kemuliaan Allah. Beda dengan manusia, seperti sahabatnya Halim. Dengan alasan banyak pekerjaan, sahabat lamanya ini bisa saja ia terima, namun untuk waktu yang tidak bisa lama-lama. Jika ada sahabat yang tulus, wah bersyukurlah saudara. Saya menyebut yang demikian, sebagai kewajaran yang terjadi sehari-hari.
Halim diterima dengan sangat. Sebab Halim bawa data-data penelitian terdahulu. Korsek ini memandang bahwa tanah milik keluarga Halim sangatlah berprospek, dan bankable (bisa dibiayai bank), yang tentu saja perusahaannya akan senang dan dia dapat poin.
Baik, pembicaraan terus berlangsung, hingga waktu menunjukkan pukul 11.15. Lewatlah kesempatan Halim ketemuaan sama Allah. DhuhaaMeeting, gagal. Allah menunggu Halim di waktu dhuha, untuk Allah berikan kepada Halim segala keberkahan pagi. Eh, Halim ga datang, Halim lebih suka ketemu manusia.
Andai Halim bisa menyela pembicaraan, dan meminta izin untuk dhuha dulu, wah gagah benar. Kemuliaan pasti ada, dan Allah pastilah bertambah senang. “Hmmm… Hamba-Ku Ku-pertemukan dengan hamba-Ku yang lain, namun ia tidak lalai dari mengingat-Ku…”.
Maaf ya, ini hanya ilustrasi saja. He he, bukan apa, pembaca suka protes, ha ha ha. Katanya, masa Allah ngomong kayak begitu?
Tambah parah buat Halim ketika sampai di jam 11.30, sahabatnya ini ngajak makann keluar.
Koq tambah parah? Bukannya enak?
Ya, sebelumnya Halim shalat tepat waktu. Bukan saja dhuha, tapi ia juga shalat tepat waktu. Pertemuannya dengan sahabatnya itu adalah berkah dari Allah. Tapi kemudian berkah ini malah membuatnya berindikasi lalai dari Allah.
Segitunya amat sih ustadz?
Ya pikirin aja.
“Lim, ayo kita cari makan dulu. Tak traktir. Tidak jauh dari sini, ada rumah makan enak…”.
Halim dan sahabatnya bergerak keluar dari ruang rapat, keluar gedung dan menuju rumah makan yang dimaksud.
Sampe sana, ada meja kosong. Satu-satunya meja kosong. Ditempatilah dulu oleh Halim dan sahabatnya. “Di sini emang enak Lim. Maka nya banyak yang makan di sini…”.
Kalo Halim makin ga enak pamitan shalat dulu sama sahabatnya ini, maka tempat itu adalah rumah makan yang makin ga bagus buat keinginan Halim. Keinginan Halim kan supaya ada modal buat dia punya usaha? Tapi yang terjadi, malah Halim melupakan Allah. Halim duduk bersama-sama segenap orang yang melupakan bahwa Allah sudah datang di waktu zuhur! Sesiapa yang mengutamakan Allah, maka Allah akan mengutamakannya. Benar sih waktu zuhur itu luas. Sampe jam 3 jika dimentokin ke ashar. Tapi kan menunda makan untuk shalat, tidak akan bikin kita mati kelaparan.
Ya sudahlah. Halim udah gagal dhuha, telat pula shalat zuhurnya.
***

bersambung ke bag 2

Tuesday, June 02, 2009

Himbauan Ust. Yusuf Mansur tentang Pelarangan Facebook

Yth. Jamaah sekalian pengguna Facebook...

“Pelarangan” dari Kyai & ‘Alim ‘Ulama tentang Facebook harus disikapi sebagai berikut:

*
Anggap saja itu warning dari guru dan orang tua. Bahwa Facebook ada juga sisi negatifnya, yang kalo dibiarkan tumbuh, maka ia akan menjadi susah diatasi lagi. Maka, perhatikan, atau minimal waspada terhadap sisi negatif ini. Istilahnya, anggap saja ini adalah nasihat dari guru dan orang tua yang menyayangi kita. Sehingga kita ga kehilangan rasa hormat dengan kyai, juga ga bingung soal keputusan haram dan tidaknya.
*
Bahwa dasar pelarangan itu berlaku juga ketika kita sendiri melanggar; di antaranya: Ga tahu waktu. Banyak hal kesia-siaan yang sebenernya ga penting, tapi jadi dikerjakan sebab mudahnya berkomunikasi lewat Facebook. Akhirnya, waktu yang mestinya produktif, jadi ga produktif. Saya kasih contoh; makan sate pinggir jalan saja, jadi diberitakan kemana-mana. Ga penting. Oke lah, itu masih oceh. Bagaimana kalo kemudian lagi nonton di bioskop yang filmnya jelas-jelas mempertontonkan aurat, lalu dishare kemana-mana.
*
Hal lain yang menjadikan dilarang adalah berpeluangnya facebook untuk mencaci, menjelek-jelekan, memfitnah dan menebar berita buruk. Sekali lagi, maka ketika hal yang dilarang ini justru kita yang memakai, maka facebook itu jatuhnya haram untuk kita. Seperti makan. Makan kan boleh. Tapi kalo makan berlebihan, ya jadi haram.
*
Hendaknya Facebook bena-benar dijadikan satu kebaikan buat kita; buat silaturahim berguna, tukar menukar informasi berguna, buat dakwah, buat dagang, buat kerja dan usaha, dan yang baik-baik lah. Supaya facebook yang sebenernya mubah/boleh, ga berubah menjadi haram.
*
Jadi, keharamannya mengikuti perilaku. Sementara, ini dulu. Bagi Yusuf Mansur, andai bener alim ulama mengharamkan (tertulis), maka buat saya pribadi, tidak ada pilihan kecuali sami’naa wa atho’naa. Nyari keberkahan saja. Toh, ga mati juga dengan tidak adanya facebook. Cuma kan sekarang belom ada bentuk pelarangan tertulis. Baru bersifat himbauan teknis untuk tidak menyalahgunakan facebook atau yang sejenisnya. Baarokawloohu lanaa. Hal-hal lain yang terkait dengan hal ihwal facebook ini, silahkan kemukakan pendapat Saudara-saudara semua ya. Boleh setuju, boleh tidak. Silahkan.

Sunday, April 05, 2009

Mentari (Indosat) Gratis Nelpon Seharian




Mulai 1 April 2009, Pelanggan Mentari masih bisa menikmati program Mentari GRATIS Nelpon Seharian. Dengan program ini, pelanggan dapat menikmati GRATIS Nelpon lokal dan SLJJ ke sesama Indosat (Matrix, Mentari, IM3 & StarOne) sepanjang hari s/d 7200 detik (2 jam). Program ini berlaku bagi pelanggan Mentari yang berada di Paket Sakti (atau Paket Mentari)

Berikut mekanisme yang berlaku :
Pelanggan Mentari cukup melakukan panggilan ke sesama Indosat (Matrix, Mentari, IM3 & StarOne) sesuai ketentuan dibawah ini:

1. Jawa Timur : Berlaku setiap hari pukul 00.00 - 17.00. Dengan akumulasi panggilan ke sesama Indosat minimal 1,500 untuk hari Senin - Jumat, dan 2,000 untuk hari Sebtu - Minggu. Dapat Gratis Nelpon 5400 detik.

2. Pulau Jawa (kecuali Jatim) dan Sumatera Bagian Selatan : Berlaku setiap hari pukul 00.00 - 17.00. Dengan akumulasi panggilan ke sesama Indosat minimal 1,500. Dapat Gratis Nelpon 7200 detik.

3. Luar Jawa (kecuali Sumbagsel) : Berlaku setiap hari pukul 00.00 - 24.00. Dengan akumulasi panggilan ke sesama Indosat minimal 1,500. Dapat Gratis Nelpon 7200 detik.

* Gratis Nelpon Seharian dapat dinikmati pada panggilan berikutnya setelah panggilan ke sesama Indosat mencapai akumulasi minimal.
Contoh: Pelanggan di wilayah Jawa Barat melakukan penggilan dibawah pkl 17.00
Panggilan ke-1 = Rp 1.000, dan Panggilan ke-2 = Rp 550. Maka GRATIS Nelpon Seharian baru bisa dinikmati setelah panggilan ke-2 selesai (Total biaya nelpon dari Mentari ke sesama Indosat = Rp 1.550).

* Gratis Nelpon Seharian hanya bisa digunakan di wilayah asal pelanggan pada hari yang sama sesuai periode waktu pada tabel di atas.

* Pembulatan pemakaian GRATIS Nelpon Seharian dihitung setiap kelipatan 30 detik untuk hari Senin s/d Jumat, dan kelipatan 60 detik untuk hari Sabtu & Minggu.

* Pelanggan Mentari Paket Reguler/Bonus, dan Pelanggan IM3 juga bisa menikmati program ini dengan pindah paket terlebih dulu ke Paket Sakti (Paket Mentari), caranya: ketik regmentari kirim ke 2020
Pindah paket pertama setelah aktivasi Kartu Perdana tidak dikenakan biaya, setelah itu dikenakan biaya Rp 3.000 (termasuk Ppn) setiap kali melakukan pindah paket.
Untuk cek status pelanggan (sedang berada di paket apa), ketik STAT kirim ke 2020. Tarif Rp. 3000 per SMS.

* Khusus pelanggan baru yang membeli Kartu Perdana Mentari dengan bonus Pulsa Perdana Rp3.000, program Mentari GRATIS Nelpon Seharian hanya dapat dinikmati jika pelanggan melakukan isi ulang nominal voucher berapapun minimal 1x (kecuali voucher sms).


* Program ini berlaku mulai 1 April – 14 April 2009

Friday, April 03, 2009

Benahi Shalat Kita



Kita-kita ini memang aneh. Yang kita cari selama sebulan bekerja, adalah rizki dari Allah. Loh koq bisa-bisanya kemudian kita menyuruh Allah menunggu kita? Ya, udah baca kan esai DhuhaaCoffee sebelumnya? Dengan kita tidak bergegas menyambut panggilan Allah (azan), itu sama saja dengan kita menyuruh Allah menunggu kita.


Ga elok rasanya. Yang kita cari adalah rizki yang ada di Genggaman-Nya, koq kemudian kita malah ga menghormati dan menghargai DIA. Kalau kita jadi bos, kita tidak dihargai bawahan, gimana coba rasanya? Kita jadi kakak, adik kita tiada hormat? Pegimana rasanya? Bagaimana seorang jendral jika dipecundangi seorang letnan? Meskipun kita bilang, kita mah ga begitu. Tapi ya jujur saja, pastilah kita terluka. Alhamdulillah, DIA mah Sang Maha. Ga kenapa-kenapa. Ga mungkin juga terluka sebab ga diperhatikan sama kita. Namun, kitalah yang rugi. DIA datang. Harusnya segera kita sambut. Tapi malah kita terlena. Ga lucu.


"Ya Allah, jadikanlah kami-kami ini orang yang senantiasa selalu menyambut-Mu datang. Jangan masukkan kami ke golongan orang-orang yang lalai dari menyambut-Mu. Ringankan kami shalat di awal waktu. Bahkan bilamana perlu, jadikan kami-kami ini bisa datang kepada-Mu, sudah di atas sajadah, sebelum Engkau memanggil melalui para muadzdzin kesayangan-Mu. Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan kami, urusan-urusan kami, dunia kami, malah melalaikan kami dari-Mu. Sungguh, pekerjaan utama kami adalah shalat. Di mana tidaklah beres segala urusan dunia dan akhirat kami, kalau shalat kami tiada beres. Ya Allah, tolonglah kami."
Yusuf Mansur

Thursday, March 26, 2009

Bob Sadino : Tantang Drop Out


Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo kemarin (25/3) penuh sesak. Ratusan mahasiswa, oleh panitia diklaim seribu lebih, dibuat tersenyum. Kadang-kadang mereka geram, bingung, dan beberapa kali tertawa lepas oleh Bob Sadino.

Bob, salah satu entrepreneur terkemuka Indonesia, kemarin mencuci otak mahasiswa UNS di auditorium universitas di Kentingan, Jebres, Solo, itu. Bagaimana tidak bingung. Dalam salah satu kalimat tegasnya di seminar kewirausahaan bertajuk Let's Go, Rich or You Choose Rich, Bob menyuruh mahasiswa meninggalkan kampus, jika ingin menjadi seorang wirausahawan sukses.

Mahasiswa UNS yang sebagian besar dari Fakultas Ekonomi itu ditantang untuk keluar dari kampus dan tidak kembali lagi. "Kalau anda berani, keluar dari ruangan ini sekarang dan jangan pernah kembali lagi. Di sini anda hanya buang waktu dan uang. Ayo, siapa yang berani. Tadi saat saya tanya siapa yang ingin menjadi entrepreneur, banyak yang acungkan jari. Kenapa sekarang tidak ada yang berani keluar. Berarti cengeng semua," sindir pengusaha nyentrik kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 itu.

Mendapat tantangan seperti itu, wajah-wajah para mahasiswa UNS di auditorium jelas tercengang. Sebagian kecil ada yang terkekeh atau tersenyum kecut, mendengar tantangan Bob Sadino yang terdengar tak masuk akal. Sama sekali tidak ada reaksi dari mahasiswa. Juga tidak ada satupun keluar dari Auditorium UNS.

"Itu target saya di sini. Membuat Anda semua yang hadir dan mendengarkan seminar ini bingung. Kalau Anda bingung, itu positif. Karena saat bingung, orang pasti berpikir. Jika semua orang di sini tidak bingung, justru saya yang bingung," ucap Bob sambil tersenyum penuh arti.

Di seminar kemarin (25/3), pengusaha berambut putih dan terkenal kadang mengisap rokok dari pipa cangklongnya itu, menyampaikan materi seminar dengan gaya khasnya. Bicara tanpa tedeng aling-aling, apa adanya. Tidak hanya mahasiswa yang "dihabisi". Akademisi bergelar doktor pun, Asri Laksmi Riani yang menjadi pembicara seminar lainnya, tak luput dari sindiran Bob.

Dia bilang bahwa aktivitas mahasiswa belajar di kampus tidak ubahnya menjadi pemulung. Bob tidak asal omong soal ini. Pengusaha yang hanya lulus SMA itu mempunyai analogi masuk akal. Menurutnya, buku-buku diktat kuliah adalah teori yang disusun dari informasi yang telah terjadi. Jadi, otak para mahasiswa dan dosen di kampus isinya tidak lebih dari onggokan sampah.

"Makin lama belajar, sampah itu kian banyak. Apalagi sampah di kepala dosen-dosen Anda ini. Kesempatan di kampus itu terbatas. Saya lebih banyak belajar di masyarakat. Perjalanan menjadi entreprenuer itu tidak pendek. Saya butuh 40 tahun untuk bisa seperti ini. Dan, sekarang Anda membuang waktu dengan belajar di kampus. Saya sendiri lebih banyak belajar di jalan, bersama masyarakat," kisah Bob.

Sindiran menusuk itu tentu saja membuat Dr Asri Laksmi Riani merah padam. Dia pun langsung mengkonfrontasi Bob. Berbeda dengan pandangan Bob, Asri lebih percaya bahwa teori dan praktik adalah satu bagian tak terpisahkan. Dia beralasan, saat ini mahasiswa belajar teori sambil praktik.

Setelah lulus, persentasenya diubah. Lebih banyak praktik wirausaha sambil terus belajar. "Sampah pun kan bisa didaur ulang Om Bob. Apakah anak Om Bob tidak sekolah. Pasti sekolah juga kan," cetus Asri.

Disanggah seperti itu, Bob tidak lantas mengalah. Dia justru kian membuat Asri tak berkutik. Dia menyangkal jika menyuruh anaknya sekolah. Bob mengisahkan, setelah dua anak ceweknya SD, dia bertanya apakah masih ingin sekolah. Jawaban anaknya positif dan berlanjut hingga SMA. Lepas SMA, dua anaknya tetap ingin kuliah di perhotelan.

Oleh Bob, permintaan dua putrinya itu dituruti. Satu anaknya disekolahkan di sebuah universitas perhotelan di Swiss. Sedangkan satu putrinya lagi di Singapura. Khusus putrinya di Swiss, menurut Bob, seharusnya menyelesaikan kuliahnya tiga tahun. Tetapi, hingga tahun keenam, kuliah putrinya itu baru kelar. Bob bercerita, dia beberapa kali ditegur istrinya, karena kuliah anaknya overtime. Pemicunya, setiap bulan istrinya harus mengeluarkan USD 10.000 dikirim ke Swiss.

"Anda tahu apa yang terjadi setelah anak saya selesai kuliah di Swiss. Dia pulang dan berjualan pecel lele di pinggir jalan. Sehari, paling hanya laku lima hingga tujuh piring. Sekarang, saya tegaskan, saya tidak pernah menyuruh anak saya sekolah. Jangan salah, ya," ucapnya, dengan penekanan kata dan mimik serius, namun tetap penuh arti.

Soal salah satu putrinya ini, Bob menghadapi dua hal kontradiktif. Di satu pihak, koleganya banyak menghujat. Mereka, ujar Bob, heran melihat pengusaha sukses ini tega melihat anaknya berjualan pecel lele di pinggir jalan. Namun, sebagian temannya, justru memuji. "Mereka bilang, hebat kamu Bob. Saya berpikir, anak saya ini mungkin berpendapat bahwa 40 tahun lagi dia bisa jauh lebih kaya dari ayahnya," bebernya.

Apa sebenarnya kunci sukses Bob Sadino? Ternyata ada tiga hal. Pertama, seorang enterprenuer tidak boleh mengenal kata takut. Lalu, tidak boleh banyak berharap. Terakhir, dan menurut Bob ini paling sulit, adalah membuka belenggu jalan pikiran yang menghambat. Istilahnya, you have learn to unlearn, sebuah kalimat singkat yang maknanya sangat dalam.

"Ibaratnya, kemauan itu kendaraan. Sedangkan determination itu BBM (bahan bakar minyak)-nya. Masih ada satu hal lagi yang dipakai sebagai sandaran. Yaitu, berani mengambil peluang. Tekankan pada kata beraninya. Karena, kalaupun ada peluang satu truk, dan Anda tidak berani mengambilnya, yo modar wae," kata Bob disambut tepuk riuh mahasiswa.

Di akhir seminar, Bob menukas sudah tidak memiliki lagi ambisi tinggi berkaitan dengan target pencapaian bisnis. Wajar, karena lonjakan dari seorang penjual telur keliling menjadi pengusaha supermarket Kemchick dan usaha daging olahan Kemfoods sudah membuktikan siapa dia sebenarnya. Dia menyatakan telah ikhlas. Soal pencapaian selama ini, Bob mengaku menjalaninya tanpa rencana.

"Mengalir begitu saja seperti air. Layaknya sumber air yang tidak direncanakan muncul atau dibuat di mana. Mengalir menyusuri sungai ke sebuah muara, yang tidak diketahui oleh air itu ada di mana," kata dia berfilsafat
source JP

Tuesday, March 03, 2009

Paket Multi Speed Telkom Speedy

APA ITU SPEEDY MULTISPEED

SPEEDY adalah produk Layanan internet access end-to-end dari PT TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server).

INFO Paket Speedy terbaru (rencana launching programnya tgl 14 Februari 2009 tapi di undur- )


Apa yang dimaksud dengan Speedy Multispeed?

Speedy Multispeed adalah pemberian kesempatan kepada pelanggan Speedy untuk memilih jenis paket layanan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Speedy dipasarkan dalam 7 (tujuh) paket layanan sebagai berikut:



Bagaimana perbandingan antar paket Speedy?

Perbandingan antar paket Speedy adalah sebagai berikut:
a. SPEEDY Limited

* Limited 15 jam / 1Mbps
* Limited 50 jam / 1 Mbps

b. SPEEDY Semi unlimited

* Semi unlimited 384 kbps
* Semi unlimited 512 kbps
Catatan : Setelah quota mencapai 3 Gb , kecepatan berubah menjadi up to 128 kbps yang semula up to 384 kbps dan 512 kbps.

c. SPEEDY Unlimited

* Unlimited 1 Mbps
* Unlimited 2 Mbps
* Unlimited 3 Mbps



Keterangan Paket sebagai berikut :

* Paket limited 15 jam adalah paket dengan kuota waktu 15 jam dengan kecepatan 1 Mbps (downstream) dan 256 kbps (upstream).
* Paket limited 50 jam adalah paket dengan kuota waktu 50 jam dengan kecepatan 1 Mbps (downstream) dan 256 kbps (upstream).
* Paket semi unlimited 1 adalah paket unlimited dengan line speed 384 kbps (downstream) dan 96 kbps (upstream) tetapi memiliki kuota volume, di mana jika kuota tersebut tercapai (misalkan 3 GB) akan dilakukan rate limit kecepatan menjadi 128 kbps.
* Paket semi unlimited 2 adalah paket unlimited dengan line speed 512 kbps (downstream) dan 128 kbps (upstream) tetapi memiliki kuota volume, di mana jika kuota tersebut tercapai (misalkan 3 GB) akan dilakukan rate limit kecepatan menjadi 128 kbps.
* Paket unlimited 1 adalah paket unlimited dengan line speed 1 Mbps (downstream) dan 256 kbps (upstream).
* Paket unlimited 2 adalah paket unlimited dengan line speed 2 Mbps (downstream) dan 512 kbps (upstream).
* Paket unlimited 3 adalah paket unlimited dengan line speed 3 Mbps (downstream) dan 512 kbps (upstream).




Berapa tarif masing-masing paket Speedy?
Tarif Speedy sebagai berikut:

1.
* Biaya registrasi
* Biaya bulanan
* Excess usage charge (khusus untuk paket Limited)
Struktur tarif SPEEDY adalah sebagai berikut :

Tarif proposed seperti tabel dibawah ini :





Di mana saja Speedy dapat dilayani?
Area layanan Speedy di seluruh area layanan Speedy nasional di seluruh kota yang sudah dilayani Speedy.

Kapan Speedy Multispeed mulai dikomersialkan?
Speedy Multispeed mulai dikomersialkan pada tanggal 14 Februari 2009

Bagaimana migrasi dari paket eksisting ke paket baru?

a. Tahap awal hanya akan terjadi migrasi di paket yg sejenis dalam paket lama yaitu; Limited 15 jam (Beda kecepatan / multi speed), Limited 50jam (Time Based) dan Unlimited 1 Mbps (Office).
b. Untuk paket lainnya akan migrasi sesuai permintaan pelanggan (APS).
c. Seluruh Paket lama / eksisting harus migrasi ke paket baru paling lambat tanggal 31 Desember 2009.
d. Migrasi pelanggan unlimited diharuskan untuk menggunakan IP tetap dan sifatnya statis.
e. Untuk pelanggan Unlimited 1 - 3 M menggunakan IP Statis. Selain itu menggunakan IP Dinamis.
f. Migrasi selesai 31 Desember 2009

Nunggu INFO resminya aja deh

Friday, January 09, 2009

SUNSET POLICY - Sudahkah anda memiliki NPWP?

Sumber : disini

APA SIH NPWP ITU?
NPWP adalah Nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana administratip perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakan.

KALAU SUDAH BER-NPWP OTOMATIS HARUS MEMBAYAR PAJAK?
Belum tentu. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha/pekerjaan yang memperoleh penghasilan di atas PTKP(Penghasilan Tidak Kena Pajak) maka akan terhutang Pajak Penghasilan.
Kalau saya karyawan dengan satu pemberi kerja
Kalau saya karyawan dengan penghasilan lain

LALU BERAPA SIH BESARNYA PTKP?

* a. Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) untuk diri Wajib Pajak;
* b. Rp 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin;
* c. Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) tambahan untuk seo rang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami;
* d. Rp 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak anqkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.



SETELAH MEMPUNYAI NPWP APA SAJA KEWAJIBAN SAYA?

* 1. Setiap Wajib Pajak wajib mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan.
* 2. Surat Pemberitahuan (SPT) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
* 3. Dari SPT tersebut akan dapat diketahui berapa Pajak yang terhutang, berapa pajak yang telah dipotong oleh pihak lain dan berapa kekurangan/kelebihan pembayaran pajak dalam tahun itu.



Fungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak:

* Untuk mengetahui identitas Wajib Pajak;
* Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan;
* Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan;
* Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya dalam pengisian SSP;
* Untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Misal: Dokumen Impor (PPUD, PIUD), Permohonan Kredit Bank diatas 50 juta.


Setiap WP hanya diberikan satu NPWP







CATATAN :
Untuk tahun 2009, UU PPh yang baru sudah disahkan dimana jumlah PTKP dan tarif PPh berubah.

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) per tahun diberikan paling sedikit sebesar:
a. Rp15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi;
b. Rp1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin;
c. Rp15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1); dan
d. Rp1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

Jadi perbandingannya antara yang lama dengan yang baru:
Ketentuan Sekarang (Sampai dengan 31 Desember 2008) KMK Nomor: 137/PMK.03/2005:
• Diri Sendiri Rp.13,2 juta
• Tambahan WP Kawin Rp. 1,2 juta
• Tambahan Istri Bekerja Rp.13,2 juta
• Tambahan Tanggungan Rp. 1,2 juta
(Maksimal 3 orang)
Keputusan Perubahan (Mulai Berlaku 1 Januari 2009):
• Diri Sendiri Rp. 15,84 juta
• Tambahan WP Kawin Rp. 1,32 juta
• Tambahan Istri Bekerja Rp. 15,84 juta
• Tambahan Tanggungan Rp. 1,32 juta
(Maksimal 3 orang)

Tarif pajak orang pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut:
Kurang dari Rp50.000.000,00 = 5%
Rp50.000.000,00 - Rp250.000.000,00 = 15%
Rp250.000.000,00 - Rp500.000.000,00= 25%
Lebih dari Rp500.000.000,00 = 30%

Untuk meliat proses bisnis pendaftaran pajak secara online download disini


Daftarnya disini

Jadi inget jaman sekolah dulu, 3 tahun lebih belajar mengenai Pajak/Akuntansi dan disiapkan menjadi ya minimal kerja konsultan pajak / Kantor Akuntan Publik /, dari mulai studi kasus di perusahaan kecil (perorangan /CV/PT) sampai belajar studi kasus sekelas perusahaan ASTRA/Multinasional Company) hasilnya ya lumayan juga, selalu dapat nilai maksimal, tapi sayangnya panggilan alam bukan jadi TDB tapi lebih ke TDA
minimal sudah paham mengenai pajak dan akuntansi, yang sangat-sangat berguna di level TDA. Nga bingung buat bikin laporan keuangan buat ngajuin kredit di bank.
yah sangat membantu pokoknya.

Buku referensi yang sangat lengkap dan aplikatif buat yang masih bingung masalah pajak adalah karangan Drs. Mardiasmo terbitan ANDI PUBLISHING.

Salut buat Ibu Sri Mulyani yang lagi gencar menggenjot penerimaan dari sektor pajak, ayo bu, teruskan reformasi di depkeu, kami tidak ingin pajak yang kami bayarkan, di korupsi oleh oknum-oknum yang bermental korup, kami rindu sekolah gratis, jalan mulus,kesehatan gratis.